Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pengawasan Internal Melalui Sistem Konsultasi dan Manajemen Pengawasan (Siskonawas)


 Dalam upaya peningkatan kapasitas pengawasan internal di lingkungan BPPT, Inspektorat BPPT mengadakan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pengawasan Internal Melalui Sistem Konsultasi dan Manajemen Pengawasan (Siskonawas) di Auditorium Gedung Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi, Puspiptek, Tangerang Selatan, pada Selasa 5 November 2019.

Pada kegiatan tersebut turut hadir sebagai narasumber Kepala Sub Direktorat Bidang Pendidikan Tinggi Riset dan Iptek, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Deny Sundara.

Dalam kesempatan tersebut, Inspektur BPPT, Kelik Budiana menyampaiakan materi terkait dengan Siskonawas, yaitu bahwa Inspektorat telah mulai mengubah paradigma pengawasan internal dari sebelumnya sebagai watchdog menjadi unit pengawasan yang mengedepankan fungsi sebagai konsultan dan katalis. “Paradigm baru itu, dulunya adalah watchdog yaitu mencari kesalahan atau mengawasi di belakang, sekarang diubah menjadi konsultan dan katalis. Jadi kita saat ini lebih banyak melakukan kegiatan konsultasi, pendampingan dan pencegahan terhadap kesalahan pelaksanaan kegiatan dan anggaran” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Inspektur juga mengajak kepada Unit/Satuan Kerja untuk turut aktif dan berpartisipasi untuk mendapatkan predikat WBK/WBBM. “Perlu diketahui Bapak/Ibu sekalian bahwa Kepala BPPT mendorong Unit/Satuan Kerja untuk mendapatkan predikat WBK/WBBM, oleh karena itu Inspektorat sangat siap untuk mendampingi Bapak/Ibu untuk mendapatkan WBK/WBBM, di mana syaratnya mirip dengan Reformasi Birokrasi. Kita harapkan ke depannya makin banyak Unit/Satuan Kerja yang mengajukan diri.” ujarnya.

Kelik pun menambahkan akan segera memperkenalkan sistem yang mempermudah Kepala Unit Kerja untuk melakukan konsultasi kepada Inspektorat.“Sehingga kita nanti akan membuat sistem supaya Bapak/Ibu Kepala Unit tidak terkendala dengan tempat dan waktu. Harapannya, saat ada masalah, Kepala Unit Kerja langsung bisa login dan menyampaikan permasalahannya dengan Inspektorat,” ujarnya.

Selain itu, Kelik juga memperkenalkan 3 (tiga) aplikasi yang berbasis digital kepada peserta sosialisasi sebagai upaya Inspektorat BPPT untuk meningkatkan kinerja pengawasan di lingkungan BPPT yaitu Sistem Komunikasi Lapor Internal (SISKOLAPI) dan Sistem Monitoring Barang dan Jasa (SIMONBAJA) dan Aplikasi Sistem Konsultasi dan Manajemen Pengawasan (SISKONAWAS).

Aplikasi SISKONAWAS dapat mengintegrasikan kepentingan auditi dan auditor. “Kami ingin mengintegrasikan kepentingan auditee dengan auditor, secara transparan da mengikuti ketentuan perundangan yang berlaku” pangkasnya.

Aplikasi Siskonawas nantinya akan mempunyai fitur konsultasi online, Knowledge Management System di bidang pengawasan, sistem dibidang manajemen pengawasan misalnya adalah sistem penerbitan surat tugas dan tandatangan digital, sistem laporan kegiatan pengawasan.

Dalam salah satu materi yang di sampaikan dalam paparannya, narasumber dari BPKP sangat mengapresiasi terhadap usaha-usaha Inspektorat dalam menjalankan paradigma baru pengawasan internal. Bahkan dengan dibangunnya sistem digital untuk membantu proses pengawasan, diharapkan akan bisa mendorong Inspektorat naik ke Internal Audit Capability Model (IACM) level 4. (AD/KB)


Berita Populer

© 2020 Inspektorat - BPPT